kursor

Wavy Tail

Selasa, 01 Maret 2016

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Setelah Mereka Wafat

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Setelah Mereka Wafat



Artikel berbakti kepada orang tua >> Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam telah menganjurkan kepada kita agar berbakti kepada kedua orang tua dan bersikap yang baik terhadap mereka walaupun setelah mereka wafat. Salah satu tauladan yang patut kita jadikan ibroh adalah kisah terkenal dari Shohabat Abdulloh bin Umar Radhiallohu’anhu yang ketika itu ayahandanya yaitu Umar ibn Khatab Radhiallohu’anhu.
gambar gurun
Pada suatu hari seorang pria datang menemui beliau dan berkata: “Waai Rasululloh, kedua orang taku sudah wafat. Dahulu aku berbakti dan sayang pada keduanya. Aku selalu mengurus keduanya. Apakah aku punya kewajiban berbakti kepada keduanya sesudah mereka wajat?
Maka Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam berkata kepadanya:
Ya, dengan mendoakannya, memohonkan ampunan baginya, melaksankaanjanjinya, memuliakan janjjinya, memuliakan teman-temannya dan menyambung tali silaturrahim yang tidaklah disambung kecuali denganya.” (Hadis ini lemah diriwayatkan oleh: Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Useid Malik bin Rabi’ah)

Kisah Abdulloh bin Umar yang Berbakti kepada kedua orang tua nya

abdulloh bin umarAbdulloh bin Umar Radhiallohu’anhuma adalah orang yang rajin mendengarkan hadits-hadits Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam, rajin menghadiri majelis-majelis beliau dan tidak pernah absen kecuali sedikit. Ia mendengarkan hadits ini dan hadits-hadits lain tentang perintah berbakti pada kedua orang tua sesudah wafatnya. Ia menghafal baik-baik hadits tersebut. Ketika Umar bin Al Khaththab Radhiallohu’anhu wafat, Abdulloh bin Umar Radhiallohu’anhuma menyambung hubungan dengan teman teman Umar dan berbuat baik kepada mereka. Pada suatu hari ia melewati sebuah jalan di Makkah dengan mengendarai keledai. Ketika itu beliau mengenakan sorban yangmahal harganya. Ia melihat seorang lelaki dari Arab Badui. Iapun mendekati lelaki Arab itu lalu tertanya: “Bukankah engkau Fulan bin Fulan?”
Lelakki itu menjawab: “Ya, benar akulah orangnya.
Maka Abdulloh bin Umar turun dari keledainya dan berkata: “Naikilah keledai ini.”
Kemudian dia melepas sorbannya dan memberikannya kepada lelaki itu lalu berkata: “Ikatlah kepalamu dengan sorban ini.”
Berberapa orang teman Abdulloh bin Umar berkata: “Semoga Alloh memberbaiki keadanmu. Mereka itu adalah orang-orang Arab Badui. Mereka sudah puas diberi yang sedikit. Engkau malah memberi keledai yang engkau tunggangi ditambah sorban buat pengikat kepalamu?“
Maka Abdulloh bin Umar Radhiallohu’anhuma berkata kepada mereka: „Sesungguhnya aku mendengar Rasululloh Sholallohu’alahi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya merupakan berbakti yang paling baik adalah seseorang yang menyambung hubungan dengan orang-orang yang dikasihi oleh ayahnya sesudah siayah wafat.“
Dan sesungguhnya ayah dari lelaki Arab ini dahulunya adlaah teman Umar Radhiallohu’nhu.“ (HR. Muslim)
Itulah salah satu cara berbakti kepada kedua orang tua yang paling agung setelah mereka wafat. Berbakti kepada ayah bukan hanya semasa mereka hidup saja, namun yang lebih agung dari itu adalah bakti yang terus berlanjut sesudah mereka wafat. Salah satu hal yang lain yang dapat kita lakukan setelah mereka wafat adalah dengan bersedekah. Mari ikut bersedekah Al Quran untuk kedua orang Tua, semoga kebaikan kita akan menjadi salah satu syafaat yang mereka harapkan di akherat kelak.

 http://berbaktikepadaorangtua.com/berbakti-kepada-kedua-orang-tua/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar